KPK Menangkap Romahurmuziy Karena Dicurigai Melakukan Korupsi

44

Kepala partai Islam berpengaruh yang merupakan anggota koalisi yang berkuasa Presiden Joko Widodo ditangkap karena dituduh korupsi pada hari Jumat, menurut polisi.

Penangkapan Muhammad Romahurmuziy, 44, ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terjadi sekitar sebulan sebelum pemilihan legislatif dan presiden pada 17 April, di mana Widodo sedang mencari pemilihan kembali.

Romahurmuziy dibawa ke tahanan polisi di Jawa Timur sehubungan dengan kasus yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) negara itu, meskipun spesifik kasus tidak jelas.

“Dia saat ini ditahan di markas polisi di Sidoarjo,” kata juru bicara kepolisian Jawa Timur, Frans Barung Mangera. Persiapan sedang dilakukan untuk mentransfer politisi ke Jakarta, ia menambahkan.

Agen anti-korupsi tidak segera menanggapi permintaan komentar. Ini memiliki 24 jam untuk menentukan status Romahurmuziy sebagai tersangka atau membebaskannya.

PPP, yang mengendalikan 7 persen parlemen, diperkirakan akan membentuk suara Muslim konservatif untuk Widodo, yang kepercayaan agamanya telah diserang oleh lawan.

Tim kampanye Widodo dijadwalkan mengadakan konferensi pers hari Jumat nanti.

(Reuters, Pelaporan oleh Kanupriya Kapoor. Pelaporan tambahan oleh Gayatri Suroyo dan Agustinus Beo Da Costa; Editing oleh Simon Cameron-Moore)