Jangan Berbuat Zalim

50


Akhir akhir ini kita sering sekali membaca berbagai komentar mauoun posting di medsos yang sebenarnya sangat dilarang dalam agama. Komentar itu berkisar pada penyebutan cebong dan kampret pada masing-masing pendukung calon presiden. Selain itu ada juga kecenderungan untuk menjelek-jelekan calon yang tidak mereka dukung, bahkan perbuatan baik yang dilakukan oleh kubu calon tersebut juga dianggap hanya sebagai pencitraan yang palsu, hanya untuk “menipu rakyat”. Demikian yang marak di medsos.

Sesungguhnya aturan islam dalam masalah ini amat sangat jelas dan gamblang. Konsekwensi yang diakibatkan oleh perbuatan ini juga sangat mengerikan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Hujurat:11).

Dalam ayat ini disebutkan secara jelas sekali bahwa mereka yang memanggil dengan sebutan yang buruk tersebut disebut sebagai orang yang “zalim”. Zalim adalah :

Zalim (Arab: ظلم, Dzholim) dalam ajaran Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil. Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan. (1)

Apakah konekuensi dari perbuatan zalim ini ?

“Jangan melakukan kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan di Hari Kiamat.” (Muslim).

“Dan janganlah condong kepada orang-orang yang berbuat zalim, jangan sampai kamu tersentuh oleh api, dan kamu tidak akan memiliki selain Allah pelindung apapun; maka kamu tidak akan dibantu . ”(Hud: 113)

Menurut hadist shahih diriwayatkan Ibnu Sirin, dimana Nabi Muhammad SAW mengatakan dimana; diantara jenis atau bentuk kezaliman dari seseorang kepada saudaraya yaitu jika ia telah menyebutkan suatu keburukan yang diketahui oleh saudaranya serta menyembunyikan semua kebaikannya.

Apakah kita akan mengabaikan hal ini semata-mata karena emosi dan semangat yang menyala-nyala untuk mengalahkan kubu lawan kita? Dan itupun hanya jangka waktu untuk lima tahun saja ? apakah sepadan dengan akibatnya di akhirat nanti yang jangka waktunya lebih panjang ? Kezaliman tidak dibiarkan oleh Allah, perbuatan hamba-hamba-Nya di antara sesama mereka, pasti dituntut pada Hari Akhir oleh mereka yang dizalimi.

Mari hentikan sebutan-sebutan buruk tersebut. Mari berlaku adil pada saudara kita. Mari kita insyaf dan bertaubat dari perilaku zalim.

Bersambung.